WISATAACEH.ID – Tahun 2019 mengunjungi wilayah pedalaman Aceh Timur, Aceh. Tepatnya di Desa Melidi dan Tampur Paloh. Suasana yang begitu nyaman cukup terasa, bentangan Sungai Hulu Tamiang dengan air yang sejuk dan panorama alam masih begitu alami. Jauh dari hiruk-pikuk kota, tidak ada kebisingan di sana.

Selama tiga hari berada di sana, menyaksikan bentangan alam yang indah, serta udara begitu sejuk saat malam hari. Gunung Punggung Leusong, Bur Bujang Selamat, Bendahara, Sanggapani, dan Gunung Masjid Perbatasan Gayo Lues-Aceh Tamiang menjulang tinggi.

Untuk menuju ke sana harus menggunakan transportasi perahu kayu melintasi Sungai Hulu Tamiang dengan jarak tempuh sekitar 2 jam. Perjalanan dimulai dari pelabuhan Serkil, Bandar Pusaka, Kabupaten Aceh Tamiang. Meski berada di wilayah Aceh Timur, untuk menuju ke desa tersebut harus melalui Aceh Tamiang, sebab tidak ada jalur penghubung lain menuju ke sana.

Dari pusat ibu kota Banda Aceh menuju Aceh Tamiang berjarak 600 km atau menempuh 8 jam perjalanan. Sementara dari kawasan perkantoran Bupati Aceh Tamiang menuju ke pelabuhan Serkil, mengahabiskan waktu 2 jam melewati perkampungan warga dengan hamparan pemandangan pohon sawit di sepanjang perjalanan.

source : Kumparan Travel

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here